“Not everyone born
with a silver spoon in mouth”
Mengutip salah satu pepatah bahasa inggris terkenal yang kalau diartikan kurang lebih bermakna; Tidak semua orang dilahirkan sebagai anak dari orang kaya.
Tidak semua, termasuk aku, iya kan aku? iya.
Jadi, aku tuh sering banget mikir "gimana ya rasanya jadi anak orang kaya? Bisa beli iphone 9, punya tas Hermes kayak princess Syahrini, senin liburan ke Tokyo, rabu udah di Amsterdam, dll, dll, dll..."
Kalian pernah juga ga? pasti iya, ngaku deh!
Meskipun orang tua sendiri tidak pernah lalai untuk mengingatkan
"Nak, jadi orang itu jangan selalu mandang keatas, tetapi lihat juga ke bawah, masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada kita"
dan jawaban andalanku adalah "enggeh buk"
Dan kalau boleh jujur, nasihat-nasihat seperti ini sering kali masuk telinga kanan keluar lewat hidung(?) nah loh
mungkin karna hal tersebut, Allah selalu menempatkan orang-orang di dekatku, orang-orang yang bisa jadi reminder buat aku. Salah satunya temanku ini, namanya Nila Wijayanti, lahirnya di Mojokerto. Kalau mau minta nomor hp add sendiri Facebook-nya, sudah punya pacar. hehe
Kalian masih ingat gak pas SMP habis pulang sekolah
kalian biasanya ngapain?
main? les? pacaran?
Kalau Nila waktu SMP pulang kuliah sih kerja.
Kalian pas SMA uang spp sama uang jajan minta siapa? orang tua? sama aku
juga.
Kalau Nila waktu SMA sih uang spp sama uang jajan nyari sendiri. Meskipun sempat pacaran juga sih, mantannya yang bikin gamon namanya
Reza, katanya sih ganteng.
Dan sampai dibangku kuliah sekarang pun Nila masih sibuk mengumpulkan
pundi-pundi rupiahnya.
Please support #NilaKaya2k20 💸
Nila ini, kalau orang yang gatau dia pasti bakal ga
suka dan mandang dia buruk.
Emang lakonannya sedikit kasar trus omongannya pedes kalau orang
sensitif kena omongan pedesnya dia pasti bakal langsung sakit hati.
Trus ingat ya Nila, isi kepala setiap orang itu berbeda-beda, ga semua
orang itu bisa sepemikiran dengan pemikiranmu.
Tapi dibalik itu semua, Nila ini anak yang baik. Kalau disebutin baiknya Nila apa aja, banyak. Tapi satu sifat Nila yang bikin aku kagum sama dia.
Nila itu anaknya selalu mengedapankan kepentingan orang lain daripada dirinya
sendiri, apalagi orang kesayangan dia.
Ada satu kejadian yang mungkin ga bakal bisa aku lupain tentang Nila;
Sekitar beberapa tahun lalu tepatnya waktu liburan semester 2 sekitar bulan Januari 2014. Aku, Nila, Rullia, dan Ikke, kami ber-4 kami les
di Pare.
Waktu itu uang saku kami emang pas-pasan, dan kami sering banget ngirit sampai dalam hal makan.
Then, suatu hari, Nila disuruh main ke rumah kerabatnya, pulang dari sana Nila
bawa nasi kotak. Seneng dooonngg kita disaat kelaparan dibawain nasi
kotak.
Nila sih bilangnya
"ini rek nasi makanen, aku udah makan tadi disana"
Singkat cerita beberapa saat kemudian waktu iseng-iseng buka hpnya Nila,
aku nemuin sms yang isinya
"Nila nanti kamu kesini ya tapi sendiri aja ga usah bawa temen, soalnya
ini ada sisa nasi kotak cuma satu"
Like... Kalian pernah ga sih punya temen kayak gitu? yang rela dia kelaperan biar temen-temennya bisa makan? 😭
Aku sendiri sering cerita soal dia ke ibuku, trus palingan dijawab sama ibu
"nah wes ngerti kan koncone koyok ngono? sampean kok sek akas lek njaluk duek"
hehe
Aku doain besok kamu bisa jadi orang yang sukses Nila, kalau udah sukses jangan lupa sama temenmu ini ya!
Senang bertemu denganmu Nila.
XOXO 😘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar