Senin, 02 Januari 2017

Granny



Banyak anak di luar sana yang memiliki banyak kenangan manis bersama neneknya. Tapi tidak denganku. Satu-satunya kenangan manis yang terkadang masih aku rindukan sampai sekarang adalah ketika nenek mengajakku angon kambing ke sawah. 

Aku tau, anak zaman sekarang tidak akan merasakan bagaimana menyenangkannya menggembala kambing di sawah.

I do not know, was there the sweet memories really not exist, or the sweet memories had been covered with a lot of bitter memories.

Aku hidup dengan nenekku semenjak umurku 7 tahun. Aku kecil, hidup dengan menyimpan begitu banyak iri terhadap paman kecilku. Paman kecilku lebih muda 3 tahun dariku, 1 tahun lebih muda dari adikku. 

Aku kecil tumbuh menjadi anak pintar, aku tidak begitu ingat, tapi mungkin aku kecil juga tumbuh menjadi anak yang nakal.

Aku kecil adalah kebanggaan nenekku. Aku ingat wajah bahagia nenekku setiap akhir semester pengambilan buku raport. Karena itu artinya nenek akan naik podium untuk mengambil hadiahku. Ya, aku kecil selalu juara kelas, kebanggaan nenekku.

Aku kecil tumbuh menjadi remaja. Aku tidak tahu, aku di awal remaja, apakah kepintaran aku kecil mulai terkikis, atau memang teman-temanku yang tumbuh menjadi lebih pintar dariku. Satu hal yang pasti, di awal remajaku, untuk pertama kalinya nenekku tidak naik podium saat mengambil buku raportku. Aku di awal remaja, mendapat ranking 4.

Apakah nenekku marah? Tentu saja, nenekku melempar buku raportku tepat di mukaku. Satu setengah tahun kemudian nenekku meninggal, tanpa pernah naik ke podium lagi, karena nenekku sakit. 

Kalau aku pikir-pikir lagi, aku bersyukur nenekku telah meninggal begitu lama. Andai saja nenekku hidup melihat aku tumbuh dewasa dan menyaksikan betapa kurang ajarnya aku dewasa ini, aku tidak tau apa yang akan dilempar nenekku ke mukaku.

Ps: if you ask me if I still hate my little uncle? The answer is no. Since my granny was dead, my little uncle grew up become a good man, too good. Mungkin perbandingannya 1:1.000.000. I dare you, dimana lagi ada cowok 19 tahun rajin olahraga, rajin ke masjid, tidak merokok, tidak macam-macam dan jam 8 malam sudah tidur dirumah?
If you ask me again, apakah my little uncle ini jelek dan kuper? Wow, come to me dude and look him straight by your own eyes.

Pathetic



I’ve built a strong persona in front of people because I hate if there’s someone pitying on me. 
But, idk sometime I think my life seems pitiful.

Sometime, I really want someone come to me, grab my hand, and ask me “are you okay? I know you’re not”

 Exactly like at this time.

Rabu, 21 Desember 2016

Bubble Tea


Tuesday
March 03, 2015.

11.11 AM 😓
"Im here, alone"
How pitty he is? But I've a presentation in the next class at 01.00 PM

12.13 PM 😫
어떻게? Should I skip my class?
Okay...
"Jimmy I pass the class!"

01.01 PM 😥
Where is he?

02.13 PM 😢
Where is he? His phone is nonactive. He didn't get lost right?
What should I do? ㅠ.ㅠ

02.34 PM 😭
"He lost, I'm afraid, 어떻게?"

03.02 PM 😤
Is that him? He said he was alone but he already with one, two, three, four, friends? What the hell!

03.45 PM 😒
"The tallest one is my ex-girlfriend"
Heol~

04.00 PM 😊
"Do you want a bubble tea?"
"okay"

04.57 PM 😣
I don't know... It isn't funny if he become my next bf later, but I feel it haha

05.12 PM 😆
"This is fee for your time and this bubble tea"
"No! not, it's free for you"
"Are you sure? So I'll pay you next day, thank you!"
"Okay, see you, have a save flight~"

And the story begin... 💃🏻

My Inspiring Friends - Jilid Satu - Meet, Nila Wijayanti

Not everyone born with a silver spoon in mouth

Mengutip salah satu pepatah bahasa inggris terkenal yang kalau diartikan kurang lebih bermakna; Tidak semua orang dilahirkan sebagai anak dari orang kaya.
Tidak semua, termasuk aku, iya kan aku? iya.

Jadi, aku tuh sering banget mikir "gimana ya rasanya jadi anak orang kaya? Bisa beli iphone 9, punya tas Hermes kayak princess Syahrini, senin liburan ke Tokyo, rabu udah di Amsterdam, dll, dll, dll..."
Kalian pernah juga ga? pasti iya, ngaku deh!
Meskipun orang tua sendiri tidak pernah lalai untuk mengingatkan
"Nak, jadi orang itu jangan selalu mandang keatas, tetapi lihat juga ke bawah, masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada kita"
dan jawaban andalanku adalah "enggeh buk"
Dan kalau boleh jujur, nasihat-nasihat seperti ini sering kali masuk telinga kanan keluar lewat hidung(?) nah loh
mungkin karna hal tersebut, Allah selalu menempatkan orang-orang di dekatku, orang-orang yang bisa jadi reminder buat aku. Salah satunya temanku ini, namanya Nila Wijayanti, lahirnya di Mojokerto. Kalau mau minta nomor hp add sendiri Facebook-nya, sudah punya pacar. hehe

Kalian masih ingat gak pas SMP habis pulang sekolah kalian biasanya ngapain?
main? les? pacaran? 
Kalau Nila waktu SMP pulang kuliah sih kerja. 
Kalian pas SMA uang spp sama uang jajan minta siapa? orang tua? sama aku juga. 
Kalau Nila waktu SMA sih uang spp sama uang jajan nyari sendiri. Meskipun sempat pacaran juga sih, mantannya yang bikin gamon namanya Reza, katanya sih ganteng. 
Dan sampai dibangku kuliah sekarang pun Nila masih sibuk mengumpulkan pundi-pundi rupiahnya.
Please support #NilaKaya2k20 💸

Nila ini, kalau orang yang gatau dia pasti bakal ga suka dan mandang dia buruk. 
Emang lakonannya sedikit kasar trus omongannya pedes kalau orang sensitif kena omongan pedesnya dia pasti bakal langsung sakit hati. 
Trus ingat ya Nila, isi kepala setiap orang itu berbeda-beda, ga semua orang itu bisa sepemikiran dengan pemikiranmu.
Tapi dibalik itu semua, Nila ini anak yang baik. Kalau disebutin baiknya Nila apa aja, banyak. Tapi satu sifat Nila yang bikin aku kagum sama dia. Nila itu anaknya selalu mengedapankan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri, apalagi orang kesayangan dia. 
Ada satu kejadian yang mungkin ga bakal bisa aku lupain tentang Nila; 
Sekitar beberapa tahun lalu tepatnya waktu liburan semester 2 sekitar bulan Januari 2014. Aku, Nila, Rullia, dan Ikke, kami ber-4 kami les di Pare. 
Waktu itu uang saku kami emang pas-pasan, dan kami sering banget ngirit sampai dalam hal makan.
Then, suatu hari, Nila disuruh main ke rumah kerabatnya, pulang dari sana Nila bawa nasi kotak. Seneng dooonngg kita disaat kelaparan dibawain nasi kotak. 
Nila sih bilangnya 
"ini rek nasi makanen, aku udah makan tadi disana
Singkat cerita beberapa saat kemudian waktu iseng-iseng buka hpnya Nila, aku nemuin sms yang isinya 
"Nila nanti kamu kesini ya tapi sendiri aja ga usah bawa temen, soalnya ini ada sisa nasi kotak cuma satu"
 Like... 
Kalian pernah ga sih punya temen kayak gitu? yang rela dia kelaperan biar temen-temennya bisa makan? 😭

Aku sendiri sering cerita soal dia ke ibuku, trus palingan dijawab sama ibu
"nah wes ngerti kan koncone koyok ngono? sampean kok sek akas lek njaluk duek" hehe

Aku doain besok kamu bisa jadi orang yang sukses Nila, kalau udah sukses jangan lupa sama temenmu ini ya!
Senang bertemu denganmu Nila.
XOXO 😘
  

Aim


I'm the kind of person who isn't easily express my feeling with directly speak.
One day I told my friend, Tari, about this one.
Then she said;
"ya percuma aja toh kamu perhatian atau sayang atau apapun itu tapi ga ada yang tau"

I used to think it isn't important, it doesn't matter if they don't know about this. But lately I like to feel that these people should know what I feel toward them all this time.

So, I deliver my feeling through this writings, I dedicate this blog to all my beloved.

With love,
Lyna 💞

Selasa, 01 November 2016

First Post


hallo!
For my very first post on my blog. today is Wednesday on November 2nd, 2016.
Jadi, dari kecil aku udah didoktrin dengan kata-kata "memulai sesuatu paling baik kalau ga hari rabu ya ahad", udah lupa sih siapa yang bilang tapi nyatanya kata-kata tersebut masih terpatri dalam pikiranku sampai aku segede ini hehe
dan ternyata... setelah aku browsing ada haditsnya juga

Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat pada hari Rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadist sebagai landasannya, dan ujarnya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada lain segala sesuatu yang dimulai pada hari rabu, kecuali akan menjadi sempurna”. Dan seperti ini pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Mengenai hadist diatas, beliau juga diriwayatkan dari guru beliau Syaikhul Imam Qawamuddin Ahmad ibnu Abdur Rasyid. Ungkap beliau: “Saya mendengar dari orang kepercayaanku, bahwa Syaikh Abu Yusuf Al Hamdani juga menepatkan semua perbuatan bagus pada hari Rabu”. Demikianlah, karena pada hari Rabu, Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pula merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin adalah hari yang penuh berkah. Hal senada dikemukakan oleh Imam Abdurrhaman Al Sakhawi didalam Kitabnya Al Maqashid Al Chasanah. Aku copas disini 

But, I did not deliberately start to writing this blog on Wednesday. So ini semua hanya kebetulan; kebetulan kuliah libur, kebetulan lagi males main keluar, kebetulan kepikiran buat ngeblog, kebetulan kuota internet masih banyak, kebetulan lagi kesepian, eh.
Belum kepikiran sih soal konten dari blog aku, tapi pastinya bakal berisi sampah-sampah kurang penting dalam kehidupan aku. mungkin bakal kurang bermanfaat, tapi paling engga ga bakal merusak seperti aw.. awuah(?) haha

 Jadi dipostingan pertamaku aku bakal kasih 2 pengumuman;
Yang pertama, I'm getting married soon!! yeay! *tabur confetti*
HAHAHA
X: seneng ga sih?
Y: ya senenglah mana ada orang yang ga bakal seneng kalo mau nikah boy
X: itu Siti Nurbaya
Y: oh iya sih 
okay abaikan humming dikepala saya pemirsah. jadi iya aku bakal nikah, kapan? belum tau pastinya belum nemu tanggal yang cocok. tau sendirikan tradisi orang jawa yang harus ngitung tanggal, hari, pake weton gitu-gitu. ya pokoknya semoga segera ketemu tanggalnya, karna jujur aja, orang mau nikah ternyata capek batin dan fisik itu bukan bualan aja. get ready ya buat kalian semua yang bakal mau nikah, cheers!

Yang kedua, aku berasa udah males kuliah banget teman-teman gimana iniiii please give some advance or motivation or wathefaaa?! ada ga sih yang kek aku? katanya sih ini semacam sindrom semester tua(?) dunno, mungkin juga karna pikiran sedikit banyak tersita buat persiapan nikah. tapi bukan nikahnya itu loh ya yang buat males. kuliah tinggal beberapa matkul tapi udah ga ada greget sama sekali, mau baca novel buat skripsi males, mau buka proposal ogah-ogahan T^T

okay sekian dulu dari postingan pertama aku, mu otak-atik ini blog lagi hehe

wassalam

Ps; lagi suka dengerin lagunya BLΛƆK PIИK - Playing with Fire
bonus pict bias, Jennie - Lisa